Balai Labkesmas Makassar

Menuju Bebas Malaria, Balai Labkesmas Makassar Utus Fasilitator Dalam Kolaborasi lintas sektor

E

Yustina Maria Oda membawakan materi dalam kegiatan pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria di Hotel Novotel Makassar yang dilaksanakan pada 1-6 Juni 2026
Dokumentasi pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria pada 1-6 Juni 2026

MAKASSAR – Penanganan serius dan berkelanjutan terhadap penyakit malaria menjadi hal yang krusial menuju target eliminasi di tahun 2030. Di tengah urgensi global untuk memutus mata rantai penularan, akurasi diagnosis dini di tingkat pelayanan primer dan rujukan menjadi pilar penting untuk mendapatkan perhatian. Tanpa deteksi yang cepat dan tepat, upaya intervensi pengobatan dan pengendalian wilayah rawan akan sulit berjalan optimal.

Menjawab tantangan besar tersebut, upaya peningkatan kapasitas mutu laboratorium terus digalakkan. Salah satunya melalui pelaksanaan pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi para tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) yang digelar pada 1-6 Juni 2026 di Hotel Novotel Makassar. Kali ini, agenda secara khusus menyasar para tenaga laboratorium yang bertugas di berbagai Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit di Kabupaten Luwu Timur.

Dalam momen strategis ini, Balai Labkesmas Makassar mengambil peran sebagai fasilitator teknis yang dipercaya untuk mengawal dan menyampaikan materi penguatan. Yustina Maria Oda, SKM, M.Si, sebagai perwakilan Balai Labkesmas Makassar membekali para peserta dengan standar pembuatan dan pewarnaan preparat, pendalaman morfologi malaria hingga ketajaman dalam pembacaan preparat. Disampaikan pula materi serta praktik penggunaan Rapid Diagnostic Test (RDT).

Tujuan utama dari penguatan ini adalah melahirkan standardisasi pemeriksaan yang memiliki validitas tinggi. Oleh karena itu, melalui bimbingan tim fasilitator Balai Labkesmas Makassar, para peserta dari Luwu Timur tidak hanya mengasah aspek teknis, tetapi juga melakukan praktik Pemantapan Mutu dan penerapan Keselamatan dan Keamanan Kerja (K3) laboratorium, yang diakhiri dengan sesi praktik langsung identifikasi malaria menggunakan mikroskop.

Melalui sinergi peningkatan mutu ini, Puskesmas dan Rumah Sakit di Luwu Timur diharapkan dapat memperkokoh benteng pertahanan lini terdepan. Deteksi dini yang akurat dari laboratorium daerah akan menjadi senjata utama dalam mengawal setiap jengkal wilayah menuju eliminasi total.

Scroll to Top