Balai Labkesmas Makassar

Bekali Mahasiswa Melalui Pengenalan Aplikasi QGIS

Gambar Suasana Pelatihan Pengenalan Aplikasi QGIS, Jum'at (8/5/2026)
Suasana Pelatihan Pengenalan Aplikasi QGIS, Jum’at (8/5/2026)

MAKASSAR – Balai Labkesmas Makassar membekali pengetahuan bagi mahasiswa magang STIKES Bina Bangsa Majene tentang pemetaan sebaran penyakit melalui pelatihan pembuatan peta sebaran penyakit menggunakan aplikasi QGIS, Jum’at (8/5/2026). Kegiatan yang dilaksanakan dalam Gedung Aula tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan pemetaan penyakit berbasis spasial.

Pelatihan secara langsung diampuh oleh Tim Kerja Surveilans Penyakit, Faktor Risiko Kesehatan dan KLB, yakni Zhuhria Alifsya Ramadhani dan Islamiaty Gandhy.

Para mahasiswa diberikan pengenalan dasar mengenai penggunaan aplikasi QGIS, mulai dari penginputan data, pengolahan titik koordinat hingga pembuatan peta sebaran penyakit secara sederhana. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa magang dapat memahami pentingnya analisis spasial dalam mendukung deteksi dini, pemantauan, dan pengendalian penyakit di masyarakat.

Aplikasi Quantum Geographic Information System (QGIS) merupakan perangkat lunak sistem informasi geografis berbasis open-source yang memiliki kemampuan komprehensif dalam mengelola data spasial. Melalui instrumen ini, data tekstual mengenai persebaran penyakit dapat dikonversi menjadi visualisasi peta yang informatif, sehingga memudahkan identifikasi wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori zona risiko atau klaster penularan tertentu.

Secara teknis, penggunaan QGIS memungkinkan integrasi berbagai lapisan data, seperti batas wilayah administratif, kepadatan penduduk, dan lokasi fasilitas kesehatan. Visualisasi yang dihasilkan memberikan dimensi baru dalam analisis kesehatan masyarakat, di mana keterkaitan antara kondisi lingkungan dengan penyebaran penyakit dapat terlihat secara lebih nyata. Penguasaan alat analisis ini menjadi krusial bagi calon tenaga kesehatan untuk membantu proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data di lapangan.

Scroll to Top