Balai Labkesmas Makassar

Sosialisasi Pengisian Form Manajemen Risiko oleh Tim SKI

MAKASSAR – Tim Satuan Kepatuhan Internal (SKI) menggelar sosialisasi tentang tata cara pengisian form manajemen risiko, Selasa (20/5/2025) siang di Aula Balai Labkesmas Makassar. Acara itu diikuti oleh Kepala Subbag. Administrasi Umum, segenap Kepala Tim Kerja dan Kepala Instalasi serta seluruh pegawai Labkesmas Makassar.
Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi Manrisk
Tim SKI yang diwakili oleh Lukman, SE, M.Acc memaparkan pentingnya pemetaan risiko yang kemungkinan terjadi dalam setiap unit kerja. Dirinya pun menegaskan bahwa perumusan pengelolaan risiko ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/1354/2024 Tentang Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Kementerian Kesehatan.
“Tujuan dilakukannya pemetaan ini adalah supaya kita bisa mengukur seberapa besar risiko bisa terjadi di setiap kegiatan pada masing-masing Instalasi atau Tim Kerja. Dari situ, kita bisa setidaknya mulai melakukan tindakan preventif untuk meminimalisir risiko yang sudah dituliskan. Karena di dalamnya sudah kita petakan mengenai penyebab munculnya risiko itu dan sumbernya berasal dari internal ataupun eksternal,” terangnya.
Dalam kertas kebijakan yang dibagikan untuk menginventarisir manajemen risiko tersebut, terdapat informasi yang wajib diisi bagi setiap penanggung jawab risiko, dalam hal ini adalah Kasubbag. Administrasi Umum, para Katimker dan Ka.Instalasi. Beberapa informasi tersebut antara lain jenis risiko, kode risiko, sebab, sumber, dampak, serta upaya pengendalian.
Lukman menerangkan bahwa dalam mengidentifikasi risiko, setiap penanggung jawab wajib membuat kodefikasi untuk masing-masing risiko tersebut. Kodefikasi ini merupakan pembuatan kode unik yang nanti akan membedakan antara risiko satu dengan yang lain.
“Di dalam kertas kebijakan, terdapat kolom kode risiko yang kita bisa buat sendiri. Gunanya sebagai pembeda apalagi jika terdapat beberapa risiko yang serupa,” sambungnya.
Sementara itu, Rustam, S.Si, M.Kes menyatakan bahwa pemetaan risiko adalah upaya strategis untuk lebih optimal dalam pencapaian tujuan. Dirinya berharap agar setiap penanggung jawab dapat menginventarisir kemungkinan risiko yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
“Ini sangatlah penting. Dan saya rasa melakukan pengelolaan risiko itu tidak mudah, tapi mesti kita lakukan. Olehnya itu, saya harap kita semua menyimak sosialisasi yang dilakukan agar pencapaian tujuan satker kita bisa lebih maksimal,” tegasnya.
Scroll to Top