Balai Labkesmas Makassar

Tenang Hadapi Tekanan, Balai Labkesmas Makassar Ajak Pegawai Kenali dan Kelola Stres

Pelatihan Kesehatan Mental oleh Balai Labkesmas Makassar, Jum'at (2/10/2026)
Pelatihan Kesehatan Mental oleh Balai Labkesmas Makassar, Jum’at (2/10/2026)

MAKASSAR — Balai Labkesmas Makassar menggelar pelatihan kesehatan mental dengan materi bertajuk “Manajemen Stres” di Aula Balai Labkesmas Makassar, Jumat (2/10/2026). Kegiatan yang diikuti segenap insan Balai Labkesmas Makassar ini menghadirkan Esthri Anthonius, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber.

Melalui sesi berbagi tersebut, peserta diajak memberi ruang untuk memahami kondisi diri di tengah tuntutan dan tantangan keseharian. Pembahasan meliputi pengenalan sumber tekanan, respons diri, strategi pengelolaan stres, hingga pentingnya mencari dukungan profesional ketika dibutuhkan.

Dalam materi yang disampaikan, stres dijelaskan sebagai respons alami tubuh terhadap tekanan atau situasi yang menantang. Kondisi ini dapat muncul ketika tuntutan yang dihadapi tidak seimbang dengan kemampuan individu untuk mengatasinya.

Sumber tekanan dapat berasal dari pekerjaan, konflik dalam relasi, perubahan besar dalam kehidupan, masalah kesehatan, maupun persoalan finansial. Peserta juga diperkenalkan pada stres akut yang berlangsung dalam jangka pendek, stres episodik yang berulang, serta stres kronis yang berlangsung dalam jangka panjang.

Pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya memahami respons diri. Perubahan pada emosi, pikiran, dan tubuh perlu diperhatikan agar seseorang lebih peka terhadap tekanan yang dialami serta kebutuhan dirinya.

Mengelola Stres melalui Evaluasi Diri dan Dukungan Sosial

Sesi ini turut menguraikan sejumlah strategi pengelolaan stres, mulai dari mengevaluasi diri secara jujur, membuat rencana perubahan, hingga mengatur waktu dan pikiran. Mengenali kondisi diri menjadi dasar untuk menentukan langkah yang sesuai dengan tekanan yang dihadapi.

Selain itu, komunikasi terbuka menjadi bagian penting untuk memperoleh dukungan sosial. Memberi ruang untuk berbagi dan saling mendukung dapat berjalan beriringan dengan kebiasaan menyediakan waktu rehat bagi diri sendiri.

Memberi Ruang untuk Rawat Diri dan Relaksasi

Materi pelatihan juga mengajak peserta memahami rawat diri sebagai kegiatan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disenangi dan bermanfaat bagi kesejahteraan diri. Contoh yang diperkenalkan meliputi membaca buku, menonton, merapikan rumah, serta melakukan perawatan diri.

Relaksasi turut dibahas sebagai cara untuk mengurangi ketegangan pada tubuh dan pikiran. Materi mencakup relaksasi fisik, mental, dan emosi, dengan contoh seperti pijat, meditasi, serta mendengarkan musik yang menenangkan.

Mengenali Kapan Bantuan Profesional Dibutuhkan

Kepedulian terhadap diri juga mencakup kemampuan mengenali batas pengelolaan stres secara mandiri. Dalam sesi ini, kebutuhan akan bantuan profesional menjadi perhatian ketika tekanan sudah mengganggu fungsi sehari-hari, berlangsung lama dan semakin berat, atau mulai memengaruhi pekerjaan, hubungan sosial, serta kesehatan fisik.

Bantuan profesional juga perlu dipertimbangkan ketika strategi yang dilakukan secara mandiri terasa tidak cukup. Mencari bantuan ditempatkan sebagai bentuk kepedulian terhadap diri, sehingga peserta diajak lebih terbuka terhadap dukungan psikolog maupun psikiater sesuai kebutuhan.

Melalui pelatihan ini, insan Balai Labkesmas Makassar diajak memahami bahwa stres dapat dikelola. Kebiasaan mengenali kondisi diri, memberi ruang untuk jeda, dan saling mendukung menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental seiring dengan pelaksanaan tugas sehari-hari.

Scroll to Top