Balai Labkesmas Makassar

Workshop SISMAL V3: Perkuat Keterhubungan Data dan Pemeriksaan Malaria!

Dokumentasi Kegiatan Workshop Malaria, 13-16 Oktober 2026
Kegiatan Workshop SISMAL V3 Malaria, 13-16 Oktober 2026

MAKASSAR — Pemeriksaan laboratorium dan pelaporan kasus merupakan bagian yang saling berkaitan dalam pengendalian malaria. Hasil pemeriksaan perlu tercatat dengan baik agar informasi dapat digunakan untuk memantau kasus dan menentukan tindak lanjut. Keterkaitan ini menjadi perhatian dalam Workshop Update Sistem Informasi dan Surveilans Malaria (SISMAL V3) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Dalton Makassar, 13–16 Oktober 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dengan dukungan Global Fund ATM Komponen Malaria tersebut memadukan pembahasan materi dengan praktik penggunaan SISMAL V3. Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli Muda, A. Yuli Rohmah, S.Si., M.Kes berkesempatan hadir sebagai perwakilan Balai Labkesmas Makassar.

Peserta mendalami pembaruan sistem pencatatan dan pelaporan, termasuk pengintegrasian data tenaga pemeriksa, pemeriksaan mikroskopis dan uji silang hasil laboratorium. Praktik ini membantu petugas memahami alur pengisian serta keterhubungan informasi yang digunakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium dan pengelola program malaria.

Perhatian terhadap mutu pemeriksaan turut melengkapi pembelajaran penggunaan sistem. Materi membahas bagaimana mutu dijaga dalam pekerjaan sehari-hari, dievaluasi melalui pemeriksaan silang serta diperbaiki berdasarkan umpan balik. Ketepatan hasil pemeriksaan menjadi landasan agar data yang masuk ke dalam sistem dapat dipercaya dan digunakan sesuai kebutuhan.

Kegiatan juga membahas surveilans Plasmodium knowlesi serta pemantauan malaria pada pelaku perjalanan. Dalam konteks mobilitas penduduk, informasi temuan kasus di bandara dan pelabuhan perlu tersambung dengan petugas kesehatan di wilayah tujuan. Koordinasi tersebut membantu memastikan bahwa penemuan kasus diikuti dengan tindak lanjut pelayanan dan pemantauan.

Kebutuhan kerja lintas instansi itu tercermin dari keterlibatan pengelola program malaria, tenaga pemeriksa silang dan perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Hadir pula perwakilan Balai Besar Labkesmas Makassar, Balai Labkesmas Makassar, serta Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar yang melibatkan enam wilayah kerja bandara dan pelabuhan.

Melalui kegiatan ini, Balai Labkesmas Makassar memperbarui pemahaman mengenai penggunaan SISMAL V3 dalam mendukung surveilans malaria. Pembelajaran tersebut menjadi bekal untuk menyelaraskan pemeriksaan laboratorium dengan pencatatan dan pelaporan, sehingga informasi yang dihasilkan lebih berguna bagi upaya pengendalian malaria.

Scroll to Top