Balai Labkesmas Makassar

Balai Labkesmas Makassar Luncurkan SIPAKATAU, Perkuat Pengawasan Kualitas Air Minum di Makassar!

Tampilan antarmuka aplikasi Sipakatau
Tampilan Antarmuka Aplikasi Sipakatau

MAKASSAR — Balai Labkesmas Makassar memperkenalkan aplikasi Sistem Pemantauan Kualitas Air Terpadu (SIPAKATAU) untuk mendukung pengawasan kualitas air minum melalui pengelolaan data secara digital. Aplikasi ini diperkenalkan oleh Kepala Balai Labkesmas Makassar, Rustam, S.Si., M.Kes., pada Kamis (10/9/2026) di Aula Balai Labkesmas Makassar.

SIPAKATAU dikembangkan untuk menjawab persoalan data pengawasan dan hasil pemeriksaan depot air minum isi ulang (DAMIU) yang masih tersebar di berbagai instansi. Melalui sistem ini, informasi dihimpun dalam satu platform agar lebih mudah ditelusuri dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Pada tahap percontohan di Kota Makassar, sistem telah menghimpun 182 data DAMIU dari 50 puskesmas. Cakupan pendataan masih perlu diperluas mengingat jumlah depot yang beraktivitas di kota ini diperkirakan mencapai sekitar 1.060 DAMIU. Data tersebut diharapkan membantu pemantauan kondisi sanitasi, riwayat pemeriksaan, serta identifikasi depot yang belum diperiksa.

Kepala Balai Labkesmas Makassar, Rustam, S.Si., M.Kes memberikan uraian terkait aplikasi Sipakatau dalam peluncurannya, Kamis (10/9/2026).

Dokumentasi Peluncuran Aplikasi Sipakatau, Kamis (10/9/2026)

SIPAKATAU dirancang untuk mendukung kerja bersama puskesmas, tenaga sanitarian, laboratorium, dan instansi terkait. Laboratorium pemeriksa dapat diberikan akses terbatas untuk memasukkan hasil pengujian masing-masing. Ketersediaan informasi dalam sistem diharapkan memudahkan pihak berwenang menindaklanjuti persoalan kualitas air sekaligus mendukung pelayanan administrasi dan perizinan.

Pengembangan SIPAKATAU juga mendapat dukungan dari Balai Besar Labkesmas Makassar. Sebelum peluncuran, kedua institusi telah melakukan koordinasi pada 1 September 2026 untuk membahas arah pengembangan dan dukungan implementasi sistem di wilayah Labkesmas Regional 8. Pembahasan tersebut mencakup upaya menghimpun hasil pengujian sampel air secara sistematis guna mendukung kebijakan kesehatan daerah.

Nama SIPAKATAU mengangkat nilai budaya Bugis-Makassar yang bermakna saling memanusiakan. Nilai tersebut menjadi semangat kolaborasi dalam menjaga kualitas air minum melalui keterpaduan data dan kepedulian bersama.

Melalui pengembangan bertahap dan penguatan koordinasi antarlembaga, SIPAKATAU diharapkan mendukung pengawasan air minum yang lebih terarah. Hasil pengujian laboratorium dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas tindak lanjut dan memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.

Scroll to Top